5 Tahun Perjuangan Buruh PDK | PT. Panarub, Adidas dan Mizuno Abaikan Hak 1300 Buruh PDK

[Sassy_Social_Share]
Massa menggelar aksi unjuk rasa ditiga tempat diantaranya didepan kantor Kedutaan Besar Jerman, Kantor reperesentatif Adidas Indonesia, dan kantor Kementrian Tenaga Kerja (Kemenaker).

Jakarta – Peringatan 5 tahun perjuangan 1300 buruh Panarub Dwikarya (PT.PDK) dilakukan dengan melakukan aksi unjuk rasa menuntut pemenuhan hak buruh PDK dan menuntut dijalankan rekomendasi ILO oleh Pemerintah RI. Aksi  unjuk rasa di Jakarta di ikuti oleh berbagai organisasi diantaranya Gabungan Serikat Buruh Independen (GSBI), ILPS Indonesia dan berbagai organisasi yang terhimpun dalam Front Perjuangan Rakyat (FPR) diantaranya Seruni, AGRA, Indies, FMN, LMND dan Indies.

Massa menggelar aksi unjuk rasa ditiga tempat diantaranya didepan kantor Kedutaan Besar Jerman, Kantor reperesentatif Adidas Indonesia, dan kantor Kementrian Tenaga Kerja (Kemenaker).

Di depan Kedutaan Besar Jerman massa melakukan orasi dan  menuntut kepada pemerintah Jerman untuk memberikan tekanan kepada Adidas agar bertanggung jawab terhadap buruh PDK yang memproduksi sepatu dengan merk Adidas. “GSBI meminta pihak Kedubes Jerman melakukan tindakan nyata dalam menyelesaikan kasus buruh PDK yang sudah lima tahun terabaikan. Pajak yang di bayarkan Adidas kepada Pemerintah Jerman itu juga ada hasil keringan buruh Indonesia” ujar Sekjend DPP GSBI, Emelia Yanti MD Siahaa, SH dalam pidatonya di depan kedubes Jerman.

Aksi kemudian di lanjutkan ke kantor representatif Adidas di Indonesia untuk mendesak agar Adidas sebagai pengguna hasil kerja buruh tidak lari dari tanggung jawab terhadap 1300 buruh PDK. Terakhir, aksi dilakukan didepan kantor Kementerian Tenaga Kerja RI untuk mendesak pemerintah Indonesia agar menjalankan rekomendasi ILO, memenuhi seluruh hak yang seharusnya diterima oleh buruh PDK atas PHK yang dialami.

Dalam rilisnya, massa aksi menyampaikan bahwa sampai saat ini 1300 buruh PDK belum juga mendapatkan haknya. Bahkan rekomendasi Internatonal Labor Organization (ILO) yang mewajibkan pemerintah Indonesia menjamin pemenuhan hak buruh PDK juga belum dijalankan.

Aksi ini adalah bagian aksi global yang dilancarkan oleh International League of People Strugle (ILPS) di berbagai negara. Aksi global ini juga mendapat dukungan dari berbagai organisasi dan lembaga jaringan internasional, mulai dari Asia, Eropa hingga Amerika. Organisasi-organisasi dari berbagai negeri tersebut telah bersepakat untuk mendukung kampanye dan melakukan aksi sepanjang bulan Juli 2017 dimasing-masing negara, dengan tuntutan yang tidak berbeda dengan apa yang menjadi tuntutan 1,300 orang buruh PDK.

Bulan Juli 2017 ini genap lima tahun perjuangan 1,300 buruh PT. Panarub Dwikarya (PDK) yang di PHK sejak tahun 2012. PT. PDK (Panarub Group), produsen sepatu brand Adidas dan Mizuno melakukan PHK sepihak karena buruh PDK membentuk serikat independen dan melakukan pemogokan untuk menuntut kenaikan upah serta perbaikan kondisi kerja.

Perubahan sistem kerja yang dilakukan perusahaan saat itu mengakibatkan buruh harus bekerja untuk dua atau tiga jenis pekerjaan, yang berimbas pada hilangnya waktu untuk istirahat dan beribadah. Perubahan tersebut tidak dibarengi dengan kenaikan upah. Perusahaan melipatgandakan beban kerja bagi buruh untuk meningkatkan target produksi dan keuntungan, namun merampas hak-hak buruh.

Selama berjuang lima tahun berbagai upaya perjuangan telah dilakukan oleh buruh PT. PDK, baik melalui aksi-aksi maupun mendatangi lembaga pemerintah untuk mendapatkan dukungan atas penyelesaian kasusnya, diantaranya; aksi massa di Kedutaan Besar Jepang, Kedutaan Besar Jerman, dan kantor Adidas, melapor ke Disnaker Kota Tangerang, Kementerian Tenaga Kerja, Kementerian Perempuan dan Anak, Kementerian Luar Negeri, DPR RI Komisi IX, hingga melaporkan kasus ke International Labor Organization (ILO). Meskipun ILO telah mengeluarkan rekomendasi pada November 2016 agar pemerintah Indonesia menuntaskan kasus PDK, namun hingga saat ini hak-hak buruh masih belum dipenuhi.